page loader

BERITAKota Administrasi Jakarta Barat

Asisten Ekbang: Festival Pecinan, Menjadi Agenda Rutin Tahunan

12 Februari 2019
| | |
Y
|
  CETAK
Asisten Ekbang:  Festival Pecinan, Menjadi Agenda Rutin Tahunan

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jakarta Barat, Fredy Setiawan bersama instansi terkait melakukan peninjauan lapangan persiapan Festival Pecinan yang digelar, 18 Februari 2019. Festival Pecinan akan diramaikan dengan berbagai seni budaya asli Tionghoa, seperti barongsai, liong, guzhen, wayang potehi, dan sebagainya.

“Ya, kami mengecek kesiapan lapangan. Kesiapan dari masing-masing UKPD terkait menjelang Festival Pecinan. Pengecekan berkait, bagaimana persiapan sarana dan prasarana, tempat parkir, arus lalu lintas hingga konsep acaranya,” ujarnya didampingi Kepala Sudis Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Jakbar, Ahmad Syahropi dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurutnya,Festival Pecinan ini nantinya menjadi agenda rutin tahunan. Ini menjadi ciri khas yang membedakan dengan wilayah lain serta selaras dengan kebijakan strategis gubernur  yakni festival sepanjang tahun.

Untuk konsep acara, Fredi menerangkan bahwa Festival Pecinan ini diisi dengan berbagai seni dan budaya asli Tionghoa. “Konsep acaranya bisa pak Kasudin Parwisata dan Kebudayaan yang menjelaskan. Intinya, kami mengecek dan berkordinasi dengan para UKPD  untuk persiapan nanti,” tambahnya.

Kepala Sudis Parbud Jakbar, Ahmad Syahropi menjelaskan Festival Pecinan yang digelar di Jalan Pantjoran, Petak Sembilan ini mayoritas diisi oleh pertunjukan seni budaya asli Tionghoa. Mulai dari pertunjukan barongsai, Guzhen, Wayang Potehi, fashion show ceongsam, dan sebagainya.

Festival Pecinan bukan menjadi satu-satunya budaya tradisional masyarakat Tionghoa. Karena mereka masih memiliki ragam budaya lain, seperti Imlek, Cap Go Meh, dan Pechun. “Kalau Festival Pechun, tak bisa digelar di sini, karena tidak memiliki sungai. Festival Pechun biasa diselenggarakan di Sungai Cisadane, Tangerang,” ujarnya.

Terkait pemilihan lokasi, Ahmad Syahropi menjelaskan bahwa Festival Pecinan digelar di Jalan Pantjoran, Petak Sembilan, lantaran memiliki nilai sejarah. Kawasan ini dahulu sebagai tempat tinggal masyarakat Tionghoa, sebelum abad 16.

Sudis Parbud Jakbar sempat mengagendakan kegiatan ini digelar di Jalan Kali Besar. “Semula berpikir mau dilaksanakan di Kali Besar, tapi dominan nuansa Kolonial Belanda. Makanya, di sini (Jalan Pantjoran-red) is the best location,” paparnya. (Aji)  




client logo
client logo
client logo
client logo
client logo
client logo