page loader

BERITAKota Administrasi Jakarta Barat

Melatih Generasi Z Menjadi "Pawang" Kebencanaan

07 Desember 2019
| | |
Y
|
  CETAK
Melatih Generasi Z Menjadi

Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan relawan Sahabat Tagana di Hutan Kota Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/12) pagi. Mereka dilatih dan dibina agar nantinya menjadi pawang kebencanaan pada masing-masing wilayahnya.  
 
Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Jakarta Barat, Muhammad Idris mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan Sahabat Tagana merupakan kaum milineal.

Mereka akan mendapatkan pelatihan sekaligus simulasi penanganan bencana selama dua hari di Hutan Kota Rawa Buaya. "Kegiatan ini diberikan kepada masyarakat agar sadar akan bencana. Kami sengaja mendidik generasi Z yang belum mengenal dunia relawan agar nantinya mengerti dan memahami," tuturnya.

Untuk mengikuti pelatihan Sahabat Tagana pun tak mudah. Karena ada sejumlah persyaratan dan tahapan yang dilalui. Satu diantaranya, peserta memiliki kemauan kuat untuk menjadi relawan. Usia tidak lebih dari 40 tahun dan berbadan sehat.

Bagi peserta yang memenuhi persyaratan bisa mendaftar secara online. "Mereka mendaftar secara online, kemudian kita cek perlengkapannya. Setelah itu mereka baru mengikuti serangkaian pelatihan terkait kebencanaan," jelasnya.

Selama mengikuti kegiatan, peserta dilatih dan dibekali sejumlah materi tentang kebencanaan, seperti aplikasi Jakarta Aman yang terintegrasi dengan layanan darurat 112, profil Tagana dan BNPB Daerah DKI Jakarta.   

"Ada juga pelatihan navigasi, dapur umum, logistik dan sebagainya. Malam ini, mereka juga melakukan long march dari Hutan Kota Rawa Buaya menuju kantor Walikota Jakarta Barat," paparnya.

Ia mengharapkan, pelatihan ini diberikan agar nantinya mereka menjadi "pawang" kebencanaan di masing-masing wilayahnya. Mereka akan siap dan sigap lebih awal ketika ada bencana.

Tagana Jakarta Barat akan selalu memonitor sekaligus dan membina mereka dengan berbagai kegiatan lainnya. "Nantinya mereka bergerak satu komando. Karena ada aturan-aturan yang mereka patuhi meski dipunggung mereka tertulis Sahabat Tagana. Tagana bukanlah organisasi politi, tapi organisasi kemanusiaan," tuturnya. (why)


client logo
client logo
client logo
client logo
client logo
client logo