page loader

BERITAKota Administrasi Jakarta Barat

Festival Budaya Betawi di Gelanggang Remaja Cengkareng

10 September 2019
| | |
|
  CETAK
Festival Budaya Betawi di Gelanggang Remaja Cengkareng

Pemkot Jakarta Barat akan menggelar Festival Budaya Betawi di Gelanggang Remaja Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada 13-14 September 2019. Festival Budaya Betawi diisi berbagai acara seperti panggung hiburan, musik Betawi, lomba masak, Bazar, dan lainnya.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, H. Eldi Andi mengatakan, Festival Budaya Betawi digelar dalam upaya pelestarian budaya Betawi. Ini juga menjadi amanat dari Gubernur DKI Jakarta, Anies R. Baswedan, agar kebudayaan Betawi tak sekadar dilestarikan, tapi dikembangkan.

Pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi tak hanya terlepas dari unsur seni dan budaya, tapi aspek lainnya, seperti kuliner serta kegiatan lainnya. "Jadi pelestariannya bukan sekadar ajang promosi, tapi juga pengembangan produk," ujar Eldi Andi.

Festival Budaya Betawi yang rutin digelar setiap tahun ini berlangsung di Gelanggang Remaja Cengkareng, Jakarta Barat, pada 13-14 September 2019. Rencananya kegiatan ini dibuka oleh Walikota Jakarta Barat, H Rustam Effendi.

Untuk hari pertama, Festival Budaya Betawi diisi senam maumere bersama masyarakat dan aparatur sipil negara, menyusul dikeluarkannya surat edaran Sekretaris Daerah DKI Jakarta. "Surat edaran Sekda No 66 tahun 2019 ini berisi partisipasi dalam rangka hari kontrasepsi se-dunia yang dikeluarkan pada 6 September 2019. Sehingga diwajibkan, pada hari Jumat (13/9), melibatkan masyarakat dan ASN melaksanakan senam maumere gemu famire yang dilaksanakn di halaman kantor walikota/bupati, kecamatan dan kelurahan. Berkenaan dengan itu, kami laksanakan kegiatan ini di Gelanggang Remaja Cengkareng," jelasnya.

Selain senam, festival budaya Betawi diisi dengan bazar PKT dan PKK, seni budaya yang menampilkan orkes dendang melayu, atraksi silat Betawi serta musik gambang kromong dan tarian.

Pada hari Sabtu, festival budaya Betawi diisi dengan lomba masak nasi goreng. Lomba ini diikuti 9 tim. "Yang menjadi peserta lomba ada ketua TP PKK Kota dan PKK Kecamatan atau kelurahan. Setiap tim terdiri dari lima orang. Mereka berlomba membuat nasi goreng," jelasnya.

Pemenang lomba ini mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dari Sudis Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat. Mereka yang mendapatkan hadiah adalah pemanang pertama, kedua dan ketiga hingga harapan 1 dan 2.

Ia berharap Festival Budaya Betawi ini menjadi sarana hiburan masyarakat. "Kami berharap masyarakat terhibur. Sanggar-sanggar tari mendapat kesempatan tampil dan ajang promosi serta memberikan kesempatan nantinya kepada wilayah lain untuk mengadakan festival ini," tambahnya. (why)


client logo
client logo
client logo
client logo
client logo
client logo